Cara Menambal Dinding – Dinding yang mulus dan bersih merupakan impian bagi setiap pemiliknya agar suasana terasa sangat nyaman.
Akan tetapi, sering kali muncul masalah kecil seperti lubang bekas paku atau retakan yang mengganggu pemandangan indah ruangannya.
Kalau sudah begitu, maka perlu menambal bagian dindingnya dengan benar. Memahami cara menambal dinding secara mandiri menjadi keahlian yang sangat berguna untuk menjaga keindahan rumah atau bangunan.
Tidak jarang bisa melakukan perbaikan ini sendiri dengan peralatan sederhana yang mungkin sudah tersedia pada gudang.
Kesehatan struktur bangunan sangat bergantung pada bagaimana pemiliknya merawat setiap detail bagian permukaan tembok agar tidak lembap.
Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih lanjut cara menambal tembok berlubang mandiri. Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.
Cara Menambal Dinding Berlubang yang Aman

Memperbaiki tampilan keindahan ruangan bisa melakukannya dengan langkah sederhana seperti menutup bekas lubang paku atau retakan yang mengganggu pemandangan.
Dinding berlubang jika membiarkannya terlalu lama bisa menjadi celah masuknya kelembapan yang memicu tumbuhnya jamur merugikan bagi kesehatan.
Nah, berikut ini ada beberapa cara dalam menambal dinding berlubang yang aman yaitu:
1. Pembersihan Area Lubang secara Menyeluruh
Langkah pertama adalah membersihkan area lubang dari sisa debu, serpihan semen, maupun kotoran yang menempel.
Bisa menggunakan sikat kecil atau kuas cat guna memastikan permukaan bagian dalam lubang sudah bersih.
2. Pencabutan Paku atau Sekrup yang Tersisa
Pastikan tidak ada benda logam seperti paku atau baut yang masih tertanam dalam lubang yang akan memperbaikinya.
3. Perataan Bibir Lubang dengan Ampelas
Gunakan kertas ampelas kasar untuk menggosok bagian pinggiran lubang yang menonjol akibat tekanan paku atau benturan benda keras.
Proses pengamplasan awal ini bertujuan agar area sekitar lubang menjadi lebih rata dan memudahkan pengaplikasiannya.
4. Penyiapan Bahan Pasta Pengisi
Siapkan bahan pengisi yang sesuai dengan jenis lubang, baik itu berupa semen instan, bubuk compound, atau pasta filler siap pakai.
5. Aplikasi Bahan Tambalan Menggunakan Kape
Masukkan pasta pengisi ke dalam lubang menggunakan pisau kape (skrap) dengan memberikan sedikit tekanan agar seluruh celah terisi penuh.
Tariklah kape secara mendatar dari satu arah guna membuang kelebihan bahan yang menumpuk.
6. Waktu Pengeringan yang Optimal
Biarkan bahan tambalan mengering secara alami dan hindari menggunakan kipas angin secara berlebihan agar material tidak mengalami retak.
Durasi pengeringan biasanya memakan waktu antara 1 hingga 4 jam.
7. Penghalusan Akhir dengan Ampelas Halus
Setelah bahan tambalan sudah kering dan keras, gosok kembali permukaan tersebut menggunakan ampelas yang paling halus. Lakukan hingga permukaan bekas lubang terasa sangat licin saat diraba.
8. Pengecatan Ulang sesuai Warna Dinding
Oleskan cat dengan kode warna yang identik pada area yang telah menambalnya menggunakan kuas kecil atau rol busa.
Berbagai Penyebab Dinding Jadi Berlubang

Memahami akar permasalahan pada struktur bangunan merupakan langkah awal yang sangat bijaksana sebelum memutuskan untuk melakukan renovasi atau perbaikan kecil mandiri.
Kondisi dinding yang tampak kokoh dari luar sering kali menyimpan kerentanan tersembunyi akibat berbagai faktor. Oleh karena itu, berikut ini ada berbagai penyebab tembok jadi berlubang yaitu:
1. Pemasangan dan Pencabutan Paku yang Berulang
Penyebab pertama adalah kebiasaan memasang paku untuk menggantung bingkai foto, jam dinding, atau hiasan lainnya.
2. Benturan Benda Keras secara Sengaja maupun Tidak
Dinding sering kali mengalami benturan dari furnitur saat proses pemindahan barang atau terkena hantaman gagang pintu yang tidak memiliki penahan.
Benturan yang keras pada titik yang sama secara terus-menerus bisa merontokkan lapisan acian hingga membentuk lubang.
3. Kualitas Campuran Material Semen yang Buruk
Kesalahan dalam rasio perbandingan antara semen dan pasir saat proses plesteran bisa mengakibatkan dinding menjadi sangat rapuh dan berlubang.
4. Rembesan Air dan Kelembapan Tinggi
Kebocoran pada pipa dalam dinding atau rembesan air hujan dari atap bisa melunakkan struktur semen dan acian.
Air yang terperangkap akan menghancurkan daya rekat material sehingga dinding menjadi melepuh dan akhirnya membentuk lubang-lubang besar.
5. Aktivitas Hama dan Serangga Perusak
Beberapa jenis serangga seperti rayap kayu yang bersarang pada balik dinding atau lebah tanah bisa melubangi plesteran guna membuat jalur transportasi.
Hal ini menyebabkan struktur dindingnya menjadi keropos serta penuh dengan lubang-lubang.
6. Retak Struktur akibat Pergeseran Tanah
Pergerakan fondasi atau gempa bumi kecil bisa mengakibatkan munculnya retak rambut yang perlahan melebar menjadi lubang signifikan.
7. Proses Pemasangan Instalasi Listrik dan Pipa
Penambahan titik saklar baru atau jalur pipa air sering kali mengharuskan tukang melakukan pembobolan pada dindingnya.
Proses penutupan kembali yang tidak rapi, maka akan menyisakan lubang.
8. Faktor Usia Bangunan yang Sudah Tua
Seiring bertambahnya usia, material pengikat pada dinding akan mengalami penyusutan dan keausan alami akibat cuaca ekstrem.
Beberapa Bahan yang Biasanya Digunakan Untuk Menambal Dinding

Memilih material perbaikan yang tepat merupakan kunci utama agar hasil tambalan pada tembok bisa menyatu secara sempurna serta tidak mudah retak.
Setiap jenis kerusakan dinding memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan penanganan khusus dengan bahan sesuai.
Nah, berikut ini ada beberapa bahan yang biasanya digunakan untuk menambal tembok yaitu:
1. Wall Filler (Pasta Pengisi Instan)
Bahan pertama yang paling populer untuk proyek DIY adalah wall filler, yang biasanya tersedia dalam bentuk pasta siap pakai dalam kemasan botol.
2. Semen Putih (White Cement)
Semen putih merupakan bahan klasik yang efektif untuk mengisi lubang cukup dalam atau retakan lebar pada dindingnya.
3. Bubuk Compound (Kompon Gypsum)
Bahan bubuk compound sering menggunakannya karena memiliki karakteristik cepat mengering serta mudah untuk amplas hingga menjadi licin.
4. Plamir Tembok (Wall Putty)
Plamir adalah bahan yang penggunaannya untuk memberikan lapisan akhir sangat tipis guna menutup pori-pori dinding sebelum proses pengecatan.
5. Semen Instan atau Mortar
Untuk lubang yang sangat besar akibat bobokan pipa atau kabel, sebaiknya menggunakan semen instan yang memiliki kekuatan struktur sangat tinggi.
Mortar sudah mengandung campuran pasir pilihan sehingga hanya perlu menambahkan sedikit air.
6. Sealant Silikon (Silicone Sealant)
Bahan elastis seperti sealant biasanya menggunakannya khusus untuk menambal lubang atau celah pada sekitar kusen pintu dan jendela.
Sifatnya yang lentur memungkinkan bahan ini mengikuti pergerakan struktur dinding.
Penutup
Memperbaiki tembok secara mandiri melalui cara menambal dinding yang tepat akan memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap pemiliknya.
Akan tetapi, jika takut hasilnya kurang memuaskan maka panggil saja jasa tukang bangunan. Sekarang ini tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang bangunan yang profesional dan berkualitas tinggi.
Untuk selengkapnya bisa tanya-tanya atau konsultasi melalui Whatsapp berikut ini.










