Keramik Lantai Pecah Retak – Keramik lantai adalah salah satu elemen penting dalam hunian yang membuat rumah terlihat rapi, bersih dan nyaman. Namun, seiring waktu, keramik bisa mengalami masalah seperti pecah dan retak.
Penyebabnya beragan, mulai dari kualitas keramik yang kurang baik, pemasangan yang tidak tepat sehingga faktor eksternal seperti tertimpa benda berat atau perubahan suhu. Masalah ini memang terlihat seperti, tapi jika dibiarkan keramik pecah bisa mengganggu estetika ruangan bahkan membahayakan penghuni rumah.
Nah, supaya lantai rumah tetap indah dan aman, berikut beberapa tips praktis mengatasi keramik lantai pecah retak. Yuk, simak!
Penyebab Keramik Lantai Pecah
Keramik yang pecah atau retak tidak selalu karena kualitasnya buruk. Ada beberapa faktor lain yang sering jadi penyebab, yaitu:
1. Pemasangan yang Kurang Tepat
Jika saat pemasangan keramik tidak diberi perekat secara merata, akan ada rongga udara di bawahnya. Rongga ini membuat keramik tidak kuat menahan beban, sehingga mudah retak atau pecah ketika diinjak atau terkena benda berat.
2. Kualitas Keramik Rendah
Keramik dengan bahan tipis atau kualitas rendah biasanya lebih rapuh. Saat menerima tekanan atau benturan kecil sekalipun, keramik lebih mudah retak dibandingkan keramik berkualitas baik.
3. Beban Berat di Satu Titik
Meletakkan furnitur besar, lemari kayu solid, atau benda sangat berat di atas keramik bisa menyebabkan tekanan berlebih. Jika lantai tidak didesain untuk menahan beban tersebut, keramik bisa pecah di area bawahnya.
4. Perubahan Suhu Ekstrem
Keramik juga bisa pecah karena ekspansi (mengembang) dan kontraksi (menyusut) akibat perubahan suhu yang ekstrem. Misalnya, lantai terkena panas matahari langsung lalu tiba-tiba disiram air dingin. Perbedaan suhu ini bisa memicu retakan.
5. Pergerakan Struktur Bangunan
Seiring waktu, rumah bisa mengalami pergeseran pondasi atau penyusutan tanah. Perubahan struktur ini menyebabkan keramik di lantai ikut bergeser dan akhirnya retak.
6. Benturan Benda Keras
Keramik akan pecah jika terkena benturan benda keras, misalnya menjatuhkan panci besar, vas keramik, atau peralatan berat lainnya.
7. Nat Keramik yang Rusak
Nat yang retak atau hilang bisa membuat air meresap ke bawah keramik. Lama-kelamaan, kelembaban ini akan melemahkan perekat dan membuat keramik mudah pecah.
Tips Mengatasi Keramik Lantai Retak Dan Pecah
Keramik lantai yang retak atau pecah memang bikin tampilan rumah jadi kurang rapi dan bisa membahayakan jika dibiarkan. Tenang, ada beberapa cara praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, baik untuk retakan kecil maupun keramik yang pecah parah.
1. Gunakan Lem Epoxy untuk Retakan Kecil
Jika keramik hanya retak halus, Anda tidak perlu langsung menggantinya. Cukup gunakan lem epoxy khusus keramik. Caranya:
- Bersihkan retakan dari debu atau kotoran.
- Oleskan epoxy secara merata ke bagian retakan.
- Ratakan dengan alat kecil atau kuas, lalu biarkan mengering.
Hasilnya, retakan akan tertutup dan keramik kembali terlihat rapi.
2. Perbaiki Nat Keramik yang Rusak
Kadang keramik terlihat retak karena natnya yang pecah atau hilang. Solusinya:
- Kikis nat lama yang sudah rusak.
- Isi ulang dengan campuran nat baru.
- Ratakan dengan jari atau alat kape agar hasilnya rapi.
Cara ini membuat lantai lebih kuat dan mencegah kerusakan semakin parah.
3. Ganti Keramik yang Sudah Pecah Parah
Kalau keramik sudah benar-benar pecah, solusi terbaik adalah menggantinya. Berikut langkahnya:
- Hancurkan keramik pecah dengan palu kecil, lalu congkel perlahan.
- Bersihkan sisa perekat atau semen lama.
- Oleskan perekat keramik baru pada lantai.
- Pasang keramik pengganti, tekan agar rata dengan keramik lain.
- Isi nat setelah kering.
Tips tambahan: selalu simpan keramik cadangan dari pemasangan awal, jadi Anda tidak kesulitan mencari motif atau ukuran yang sama.
4. Lindungi Area Rawan Pecah
Untuk area yang sering terkena benturan atau beban berat (misalnya dapur atau ruang tamu), gunakan karpet tebal atau alas pelindung. Hal ini bisa mengurangi risiko keramik cepat retak lagi.
5. Lakukan Perawatan Rutin
Agar keramik lebih awet, lakukan langkah sederhana ini:
- Bersihkan lantai secara rutin.
- Gunakan cairan pembersih yang aman untuk keramik.
- Hindari menyeret furniture berat di atas lantai.
- Segera perbaiki nat yang mulai retak.
6. Panggil Tukang Jika Perlu
Jika keramik yang rusak jumlahnya banyak atau berada di area penting, lebih baik serahkan pada tukang profesional. Dengan begitu, hasil perbaikannya lebih rapi dan tahan lama.
Atasi Keramik Retak Pakai Jasa Tukang Bangunan
Tidak semua orang punya waktu atau keahlian memperbaiki keramik. Dalam kondisi ini, menggunakan jasa tukang bangunan adalah solusi terbaik. Tukang yang berpengalaman bisa memperbaiki keramik lantai pecah retak dengan hasil rapi dan tahan lama.
Selain itu, tukang juga tahu teknik yang benar agar keramik baru tidak mudah rusak. Mereka akan memastikan pemasangan rata, nat terisi sempurna, dan perekat digunakan sesuai takaran.
Menggunakan jasa profesional juga lebih hemat waktu. Anda tidak perlu repot membeli peralatan tambahan atau belajar teknik pemasangan keramik dari awal.
Kesimpulan
Keramik lantai pecah retak bukanlah masalah besar jika segera ditangani. Penyebabnya bisa karena beban berat, perekat kurang kuat, atau kualitas material rendah. Anda bisa menambal retakan kecil atau mengganti keramik yang rusak parah.
Namun, jika ingin hasil lebih rapi dan tahan lama, gunakan jasa tukang bangunan profesional. Dengan keahlian mereka, lantai rumah akan kembali mulus dan aman.
Hubungi tukang bangunan kami sekarang untuk memperbaiki keramik lantai rumah Anda dengan cepat, rapi, dan profesional.