Dinding rumah yang baru dicat seharusnya terlihat halus dan rapi. Namun, sering kali muncul gelembung kecil yang mengganggu tampilan. Akibatnya, estetika ruangan menjadi berkurang. Selain itu, lapisan cat bisa lebih cepat rusak. Oleh karena itu, penting memahami penyebab Cat Dinding Menggelembung sejak awal.
Masalah ini sebenarnya cukup umum terjadi. Bahkan, kesalahan kecil saat pengecatan bisa menjadi pemicunya. Dengan pemahaman yang tepat, kerusakan dapat dicegah sebelum bertambah parah.
Penyebab Cat Dinding Menggelembung

Masalah Cat Dinding Menggelembung sering muncul setelah proses pengecatan selesai. Padahal, permukaan sebelumnya terlihat baik-baik saja. Oleh karena itu, penting memahami beberapa penyebab utamanya agar kerusakan tidak terulang kembali.
1. Kelembapan Dinding Terlalu Tinggi
Dinding yang masih lembap sering langsung dicat. Akibatnya, uap air terperangkap di balik lapisan cat. Seiring waktu, tekanan dari dalam akan mendorong cat hingga membentuk gelembung. Kondisi ini banyak terjadi pada dinding baru diplester. Oleh sebab itu, kadar air harus dipastikan rendah sebelum pengecatan.
2. Permukaan Tidak Dibersihkan dengan Baik
Debu, minyak, dan kotoran dapat menghambat daya rekat cat. Selain itu, sisa cat lama yang mengelupas bisa menjadi titik lemah. Akibatnya, lapisan baru tidak menempel sempurna. Dalam kondisi tertentu, gelembung akan terbentuk setelah cat mengering. Oleh karena itu, pembersihan awal sangat penting dilakukan.
3. Tidak Menggunakan Cat Dasar (Primer)
Primer sering diabaikan karena dianggap tidak penting. Padahal, cat dasar membantu meningkatkan daya lekat. Tanpa primer, cat finishing lebih mudah terangkat. Selain itu, permukaan menjadi kurang rata. Akibatnya, risiko Cat Dinding Menggelembung semakin besar.
4. Pengecatan Dilakukan Saat Cuaca Ekstrem
Suhu yang terlalu panas membuat bagian luar cat cepat kering. Namun demikian, bagian dalamnya masih basah. Perbedaan ini menyebabkan tekanan udara kecil terbentuk di balik lapisan. Akhirnya, gelembung muncul di permukaan. Oleh sebab itu, pengecatan sebaiknya dilakukan saat cuaca stabil.
5. Adanya Rembesan atau Kebocoran
Air yang merembes dari atap atau dinding luar sering tidak terlihat. Namun, kelembapan tersebut tetap memengaruhi lapisan cat. Lama-kelamaan, cat akan terdorong keluar dan menggelembung. Jika sumber air tidak diperbaiki, kerusakan akan berulang. Oleh karena itu, inspeksi menyeluruh sangat disarankan.
Standar Kelembapan Ideal Sebelum Proses Pengecatan

Selain faktor teknis, tingkat kelembapan memegang peranan penting. Oleh sebab itu, pengecekan kelembapan sebaiknya dilakukan sebelum mulai mengecat. Dinding yang terlalu lembap tidak disarankan untuk langsung dilapisi cat.
Secara umum, kelembapan ideal dinding berada di bawah 16 persen. Angka tersebut biasanya diukur dengan moisture meter. Dengan alat ini, kadar air dapat diketahui secara akurat. Selain itu, risiko Cat Dinding Menggelembung dapat ditekan sejak awal.
Pada dinding plester baru, waktu pengeringan minimal dua hingga empat minggu. Namun demikian, waktu ini bisa berbeda tergantung cuaca. Jika musim hujan, proses pengeringan akan lebih lama. Oleh karena itu, kesabaran sangat diperlukan.
Sirkulasi udara yang baik juga sangat membantu. Jendela sebaiknya dibuka agar udara mengalir. Selain itu, kipas angin dapat digunakan untuk mempercepat pengeringan. Dengan kondisi yang tepat, daya rekat cat akan lebih optimal.
Pengecatan yang dilakukan pada standar kelembapan ideal akan menghasilkan hasil lebih rata. Selain itu, lapisan cat menjadi lebih awet. Dengan persiapan yang benar, risiko perbaikan ulang dapat dihindari.
Cara Mengatasi Cat Dinding Menggelembung

Jika gelembung sudah muncul, tindakan perbaikan harus segera dilakukan. Namun demikian, prosesnya perlu dilakukan dengan benar agar hasilnya tahan lama. Berikut langkah yang bisa diterapkan secara bertahap.
1. Kelupas Bagian yang Rusak
Gunakan scraper untuk mengangkat cat yang menggelembung. Pastikan area tersebut dibersihkan hingga ke lapisan dasar. Setelah itu, amplas permukaan hingga rata. Langkah ini penting agar cat baru dapat menempel dengan baik.
2. Pastikan Dinding Benar-Benar Kering
Sebelum mengecat ulang, kadar kelembapan harus diperiksa. Jika dinding masih basah, proses pengeringan perlu ditunggu. Selain itu, ventilasi ruangan bisa dibuka agar sirkulasi udara lancar. Dengan kondisi kering, risiko gelembung bisa diminimalkan.
3. Tutup Retakan dan Lubang Kecil
Gunakan plamir atau wall filler untuk menutup celah. Setelah kering, amplas kembali hingga halus. Permukaan yang rata akan membantu hasil akhir lebih maksimal. Selain itu, daya rekat cat menjadi lebih kuat.
4. Aplikasikan Cat Dasar Terlebih Dahulu
Primer perlu diaplikasikan sebelum cat utama. Lapisan ini berfungsi sebagai pengikat antara dinding dan cat finishing. Dengan demikian, lapisan akhir lebih tahan lama. Selain itu, warna cat menjadi lebih merata.
5. Gunakan Cat Berkualitas dan Sesuai Fungsi
Pilih cat interior atau eksterior sesuai kebutuhan. Untuk area lembap, gunakan cat tahan air. Dengan produk yang tepat, perlindungan terhadap dinding menjadi lebih optimal. Oleh sebab itu, kualitas cat tidak boleh diabaikan.
Saat anda berencana renovasi bangunan rumah, toko atau gedung sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan jasa tukang bangunan untuk membantu proses renovasi agar hasilnya rapi dan maksimal, silakan hubungi kami melalui WhatsApp pada nomor berikut.
Kesimpulan
Cat Dinding Menggelembung biasanya disebabkan oleh kelembapan dan kesalahan teknis saat pengecatan. Oleh karena itu, persiapan permukaan dan kontrol kadar air sangat penting agar hasil cat lebih awet dan tidak mudah rusak.










