Mengatasi Listrik Rumah Sering Jeglek

Mengatasi Listrik Rumah Sering Jeglek

Listrik Rumah Jeglek – Mengatasi listrik rumah sering jeglek jadi topik yang cukup sering dicari, terutama oleh pemilik rumah baru maupun keluarga muda yang mulai menata kebutuhan listrik di hunian. Kondisi listrik tiba-tiba mati karena MCB turun memang menyebalkan. Aktivitas terganggu, pekerjaan terhambat, bahkan peralatan elektronik bisa ikut terdampak jika masalah ini terus berulang.

Supaya tidak makin repot, yuk pahami penyebabnya dan cara mengatasinya dengan langkah yang tepat.

Penyebab Listrik Rumah Jeglek

Penyebab Listrik Rumah Jeglek

Listrik Rumah Jeglek biasanya terjadi karena sistem pengaman bekerja secara otomatis. MCB atau Miniature Circuit Breaker akan turun saat arus melebihi batas. Oleh karena itu, kondisi ini sebenarnya adalah bentuk perlindungan.

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:

1. Beban Listrik Berlebihan

Pertama, penggunaan alat elektronik secara bersamaan sering menjadi penyebab utama. Misalnya, AC, setrika, rice cooker, dan mesin cuci dinyalakan dalam waktu yang sama. Akibatnya, daya listrik melebihi kapasitas yang tersedia.

Jika daya rumah hanya 900 VA atau 1300 VA, beban berlebih sangat mudah terjadi. Karena itu, MCB akan langsung trip untuk mencegah kerusakan instalasi listrik rumah.

2. Korsleting atau Arus Pendek

Korsleting listrik terjadi ketika kabel fase dan netral bersentuhan langsung. Biasanya, kondisi ini disebabkan kabel terkelupas atau sambungan longgar. Selain itu, kabel yang sudah tua juga berisiko tinggi.

Jika terjadi arus pendek, lonjakan arus akan sangat besar. Oleh sebab itu, sistem pengaman otomatis akan memutus aliran listrik.

3. Peralatan Elektronik Rusak

Selanjutnya, perangkat elektronik yang bermasalah bisa memicu listrik sering jeglek. Misalnya, setrika dengan elemen pemanas rusak atau kulkas dengan kompresor bermasalah. Saat dinyalakan, arus menjadi tidak stabil.

Akibatnya, MCB mendeteksi gangguan dan langsung turun. Untuk memastikan, perangkat bisa diuji satu per satu.

4. Instalasi Listrik Tidak Sesuai Standar

Instalasi listrik yang tidak rapi atau tidak sesuai standar juga menjadi faktor penting. Kabel dengan ukuran terlalu kecil bisa cepat panas. Selain itu, sambungan tanpa pelindung dapat memicu percikan api.

Karena itu, instalasi yang dikerjakan secara sembarangan lebih rentan menimbulkan gangguan.

5. MCB Bermasalah

Terakhir, MCB yang sudah lama atau rusak bisa lebih sensitif dari seharusnya. Komponen internalnya bisa melemah seiring waktu. Akibatnya, listrik mudah terputus meski beban normal.

Jika kondisi ini terjadi, MCB perlu diperiksa atau diganti oleh teknisi profesional.

Cara Mengatasi Listrik Rumah Jeglek

Cara Mengatasi Listrik Rumah Jeglek

Listrik yang sering jeglek tentu sangat mengganggu aktivitas harian. Namun, masalah ini sebenarnya bisa diatasi jika penyebabnya diketahui dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan secara bertahap dan aman.

Berikut beberapa cara mengatasi listrik rumah jeglek yang bisa Anda lakukan:

1. Kurangi Beban Listrik Berlebihan

Pertama, matikan beberapa peralatan elektronik yang menyala bersamaan. Misalnya, AC, setrika, oven listrik, dan mesin cuci. Jika daya listrik rumah kecil, penggunaan bersamaan bisa membuat MCB turun. Setelah itu, coba naikkan kembali MCB secara perlahan. Jika listrik normal, berarti penyebabnya adalah kelebihan beban.

2. Periksa MCB dan Panel Listrik

Selanjutnya, cek kondisi MCB pada panel listrik. Pastikan tidak ada bau terbakar atau bekas hangus. Jika MCB terasa panas berlebihan, kemungkinan terjadi gangguan arus. Dalam kondisi ini, komponen sebaiknya diganti oleh teknisi berpengalaman.

3. Cek Peralatan Elektronik yang Bermasalah

Cabut semua perangkat dari stop kontak. Kemudian, nyalakan kembali MCB. Setelah itu, sambungkan alat satu per satu. Jika listrik kembali jeglek saat alat tertentu digunakan, berarti perangkat tersebut bermasalah. Peralatan yang rusak bisa memicu korsleting listrik.

4. Periksa Instalasi dan Kabel

Kabel terkelupas atau sambungan longgar sering menjadi penyebab arus pendek. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan visual pada instalasi listrik. Jika ditemukan kerusakan, segera hentikan penggunaan. Perbaikan sebaiknya dilakukan oleh teknisi profesional agar lebih aman.

5. Tambah Daya Listrik Jika Diperlukan

Jika listrik sering turun meski penggunaan normal, daya listrik mungkin tidak mencukupi. Dalam hal ini, pertimbangkan untuk mengajukan penambahan daya. Dengan daya yang lebih besar, risiko listrik jeglek akan berkurang.

6. Gunakan Teknisi Profesional

Jika masalah tidak kunjung teratasi, sebaiknya hubungi teknisi listrik terpercaya. Instalasi mungkin perlu diperiksa secara menyeluruh. Selain itu, komponen seperti MCB atau kabel utama bisa saja perlu diganti.

Tips Agar Listrik Rumah Lebih Stabil

Tips Agar Listrik Rumah Lebih Stabil

Menjaga kestabilan listrik di rumah sangat penting. Listrik yang stabil membuat peralatan elektronik lebih awet. Selain itu, risiko korsleting listrik juga dapat ditekan. Oleh karena itu, beberapa langkah sederhana perlu diterapkan secara rutin.

1. Gunakan Daya Sesuai Kapasitas

Pertama, pahami kapasitas daya listrik rumah Anda. Setiap rumah memiliki batas daya tertentu. Jika terlalu banyak alat dinyalakan bersamaan, beban listrik akan meningkat. Akibatnya, MCB bisa turun secara otomatis. Oleh sebab itu, gunakan perangkat berdaya besar secara bergantian.

2. Hindari Stop Kontak Bertumpuk

Kedua, jangan menumpuk terlalu banyak colokan dalam satu stop kontak. Kondisi ini dapat menyebabkan panas berlebih. Bahkan, risiko arus pendek bisa meningkat. Sebaiknya gunakan terminal listrik berkualitas dan sesuai standar keamanan.

3. Rutin Periksa Instalasi Listrik

Selain itu, instalasi listrik rumah perlu diperiksa secara berkala. Kabel yang sudah tua biasanya mudah rapuh. Jika ditemukan kabel terkelupas, segera lakukan penggantian. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi profesional agar lebih aman.

4. Gunakan Perangkat Hemat Energi

Selanjutnya, pilih peralatan elektronik berlabel hemat energi. Perangkat ini dirancang lebih efisien. Dengan demikian, konsumsi listrik dapat ditekan. Beban listrik rumah pun menjadi lebih ringan.

5. Pastikan MCB dan Panel dalam Kondisi Baik

MCB berfungsi sebagai pengaman utama sistem kelistrikan. Jika komponen ini rusak, perlindungan tidak akan optimal. Oleh karena itu, panel listrik harus dijaga tetap bersih dan kering. Lingkungan lembap dapat memicu gangguan arus.

6. Pertimbangkan Penambahan Daya

Terakhir, evaluasi kebutuhan listrik secara berkala. Jika penggunaan alat elektronik semakin banyak, daya lama mungkin tidak cukup. Dalam kondisi ini, penambahan daya dapat menjadi solusi terbaik agar listrik rumah tetap stabil.

Jika Anda ingin instalasi listrik lebih aman dan profesional, segera gunakan Tukang Bangunan terpercaya dengan klik tombol berikut ini :

Kesimpulan

Listrik Rumah Jeglek bukan hanya masalah sepele. Gangguan ini bisa disebabkan oleh beban berlebih, korsleting listrik, atau instalasi yang kurang baik. Namun demikian, masalah ini dapat diatasi dengan langkah yang tepat.