Cara Pasang Kusen Pintu Aluminium

Cara Pasang Kusen Pintu Aluminium

Cara Pasang Kusen Pintu – Cara pasang kusen pintu aluminium menjadi topik yang banyak dicari, terutama bagi Anda yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Kusen aluminium dikenal lebih tahan rayap, anti karat, serta minim perawatan dibandingkan kusen kayu. Selain itu, tampilannya juga modern dan cocok untuk berbagai desain hunian, mulai dari minimalis hingga industrial.

Namun, agar hasilnya kokoh dan presisi, pemasangan kusen tidak boleh asal. Artikel ini akan membahas langkah demi langkah cara pasang kusen pintu aluminium dengan mudah dipahami, lengkap dengan tips agar hasilnya rapi dan tahan lama.

Tahapan Cara Pasang Kusen Pintu Aluminium

Tahapan Cara Pasang Kusen Pintu Aluminium

Memahami tahapan cara pasang kusen pintu aluminium sangat penting agar hasil akhir rapi, kokoh dan tahan lama. Meskipun terlihat sederhana, proses pemasangan tetap membutuhkan ketelitian serta urutan kerja yang tepat. Berikut penjelasan lengkap setiap tahapannya.

1. Pengukuran Bukaan Pintu

Tahap pertama adalah mengukur tinggi dan lebar lubang pintu secara detail. Gunakan meteran dan pastikan pengukuran dilakukan di beberapa titik (atas, tengah, dan bawah) untuk menghindari selisih ukuran.

Idealnya, ukuran kusen sedikit lebih kecil sekitar 1–2 cm dari bukaan dinding. Tujuannya untuk memberi ruang penyetelan serta pengisian celah nantinya.

Pengukuran yang presisi akan mempermudah proses pemasangan dan mencegah kusen miring.

2. Persiapan Alat dan Material

Sebelum mulai pemasangan, siapkan alat berikut:

  • Waterpass
  • Bor listrik
  • Sekrup dan fisher
  • Obeng
  • Palu
  • Ganjal kayu
  • Sealant atau silikon
  • Busa polyurethane atau adukan semen

Persiapan alat sejak awal akan membuat proses kerja lebih cepat dan efisien.

3. Pengecekan Kerataan dan Kelurusan Dinding

Sebelum kusen dipasang, pastikan dinding tempat pemasangan rata dan tegak lurus. Gunakan waterpass untuk memeriksa kemiringan vertikal maupun horizontal.

Jika dinding belum rata, lakukan perapian terlebih dahulu. Dinding yang tidak presisi bisa menyebabkan pintu sulit ditutup atau terbuka dengan baik.

4. Penempatan Kusen ke Dalam Bukaan

Masukkan kusen aluminium ke dalam lubang pintu secara perlahan. Atur posisinya hingga benar-benar tegak dan sejajar.

Gunakan ganjal kayu di beberapa titik untuk menahan posisi kusen sementara. Pastikan sisi kanan dan kiri memiliki jarak yang seimbang.

Tahap ini sangat krusial karena menentukan hasil akhir pemasangan.

5. Pemeriksaan Posisi dengan Waterpass

Setelah kusen berada di tempatnya, cek kembali kelurusannya menggunakan waterpass. Pastikan bagian vertikal dan horizontal benar-benar presisi.

Jika masih miring, lakukan penyesuaian sebelum proses pengeboran dilakukan.

6. Pengeboran dan Pemasangan Sekrup

Tandai titik pemasangan sekrup pada sisi kusen. Jarak ideal antar titik biasanya sekitar 40–60 cm agar lebih kokoh.

Bor dinding sesuai tanda, lalu pasang fisher sebelum mengencangkan sekrup. Fisher membantu sekrup menempel kuat pada tembok.

Kencangkan sekrup secara bertahap dan jangan langsung terlalu keras agar posisi kusen tetap stabil.

7. Pemeriksaan Ulang Setelah Dikencangkan

Setelah semua sekrup terpasang, cek kembali posisi kusen dengan waterpass. Pastikan tidak ada perubahan posisi akibat tekanan saat pengencangan.

Jika sudah benar-benar presisi, Anda bisa melepas ganjal kayu yang digunakan sebelumnya.

8. Pengisian Celah Antara Kusen dan Dinding

Celah antara kusen dan tembok perlu diisi agar struktur lebih kuat dan tidak goyah. Anda bisa menggunakan:

  • Busa polyurethane (lebih praktis dan cepat kering)
  • Adukan semen (lebih kokoh untuk jangka panjang)

Pastikan semua celah terisi penuh tanpa rongga udara.

9. Finishing dengan Sealant atau Silikon

Tahap akhir dalam tahapan cara pasang kusen pintu aluminium adalah finishing. Oleskan sealant atau silikon pada bagian sambungan antara kusen dan dinding.

Fungsi finishing ini untuk:

  • Mencegah rembesan air
  • Mengurangi celah udara
  • Memberikan tampilan lebih rapi

Rapikan sisa sealant sebelum mengering agar hasilnya terlihat profesional.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memasang Kusen Aluminium

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memasang Kusen Aluminium

Memasang kusen aluminium memang terlihat mudah. Namun demikian, banyak kesalahan teknis yang sering terjadi di lapangan. Akibatnya, hasil pemasangan menjadi kurang rapi dan tidak tahan lama. Oleh karena itu, penting memahami beberapa kesalahan berikut agar dapat dihindari sejak awal.

1. Kesalahan Pengukuran Lubang Pintu

Pertama, pengukuran yang tidak presisi sering menjadi penyebab utama masalah. Lubang pintu terkadang dibuat terlalu besar atau terlalu sempit. Jika terlalu besar, kusen tidak akan terpasang kokoh. Sebaliknya, jika terlalu sempit, kusen sulit masuk dan dapat tertekan.

Selain itu, pengukuran sering dilakukan tanpa alat bantu seperti waterpass. Padahal, alat ini sangat penting untuk memastikan posisi tetap lurus. Tanpa pengukuran yang tepat, pintu bisa terlihat miring setelah dipasang.

2. Tidak Menggunakan Waterpass Saat Pemasangan

Selanjutnya, banyak pemasangan dilakukan tanpa pengecekan kemiringan. Akibatnya, kusen terpasang tidak rata. Jika kusen miring, daun pintu tidak akan menutup dengan sempurna.

Selain itu, engsel akan menerima tekanan yang tidak seimbang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat engsel cepat aus. Oleh sebab itu, posisi kusen harus selalu dicek sebelum dikencangkan permanen.

3. Penggunaan Baut yang Tidak Sesuai

Kesalahan berikutnya adalah penggunaan baut yang kurang kuat. Banyak orang hanya menggunakan sekrup biasa. Padahal, dynabolt atau baut fisher lebih direkomendasikan untuk pemasangan pada dinding beton.

Jika baut yang digunakan tidak sesuai, kusen bisa longgar setelah beberapa bulan. Selain itu, getaran saat pintu dibuka dan ditutup dapat memperparah kondisi tersebut.

4. Celah Tidak Diisi dengan Rapi

Celah antara kusen dan dinding sering diabaikan. Padahal, bagian ini harus diisi dengan semen atau mortar agar kokoh. Jika celah dibiarkan kosong, air hujan dapat masuk melalui sela-sela tersebut.

Selain itu, tampilan akhir menjadi kurang rapi. Oleh karena itu, pengisian celah harus dilakukan secara merata dan penuh.

5. Tidak Melakukan Finishing dan Pengecekan Akhir

Terakhir, pengecekan akhir sering dilewatkan. Banyak orang langsung memasang daun pintu tanpa memastikan kekuatan rangka. Akibatnya, pintu terasa seret atau tidak sejajar.

Selain itu, sealant silikon sering tidak diaplikasikan dengan benar. Padahal, sealant berfungsi mencegah rembesan air dan debu. Dengan finishing yang tepat, kusen aluminium akan terlihat lebih profesional.

Jika Anda ingin hasil yang lebih rapi dan profesional, percayakan pemasangan pada tenaga ahli. Segera gunakan Jasa Tukang Bangunan melalui admin marketing kami dengan klik tombol berikut ini.

Kesimpulan

Cara Pasang Kusen Pintu aluminium harus dilakukan dengan langkah yang tepat dan terukur. Pengukuran presisi, pemasangan lurus, serta penggunaan baut yang sesuai sangat menentukan hasil akhir