DIY: Pasang Keramik Lantai Sendiri di Rumah

DIY: Pasang Keramik Lantai Sendiri di Rumah

Pasang Keramik Lantai Sendiri – Sebenarnya bisa saja memulai pasang keramik lantai sendiri dengan langkah yang sederhana. Banyak orang ingin mencobanya karena prosesnya ternyata bisa dipelajari.

Hal ini membuat siapapun bisa melakukannya meskipun belum pernah mencoba sebelumnya. Lantai yang rapi memberi kenyamanan tersendiri, sehingga tampilan rumah juga terlihat lebih bersih.

Hal tersebut bisa mencapainya dengan peralatan dasar dan teknik yang tepat. Anda mungkin melihat lantai retak atau kusam. Kondisi seperti itu bisa membuat ruangan terasa kurang nyaman.

Banyak pemilik rumah yang akhirnya mengganti keramik karena alasan ini. Jika akan memasangnya sendiri, maka perlu memahami urutan kerja yang aman.

Melalui artikel ini akan menjelaskan cara memasang keramik lantai sendiri. Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya bisa simak artikel berikut sampai tuntas.

Cara Pasang Keramik Lantai Sendiri di Rumah

Cara Pasang Keramik Lantai Sendiri di Rumah

Sebenarnya siapa saja bisa mencoba pasang keramik lantai sendiri dengan panduan praktis. Namun, tidak semuanya berani dan mau dalam memasangnya sendiri.

Memang hasil akhir berupa kerapian menjadi hal terpenting sendiri pada saat pemasangannya. Oleh karena itu berikut ini ada cara pasang keramik lantai sendiri di rumah yaitu:

1. Siapkan Alat dan Bahan

Pertama perlu kumpulkan alat seperti penggaris, tile cutter, dan spacer. Selanjutnya bahan keramik dan semen harus memilihnya dengan teliti.

2. Bersihkan dan Ratakan Permukaan Lantai

Lantai lama perlu membersihkannya dari minyak dan debu. Selanjutnya permukaan diperiksa untuk cekung atau retak. Bagian yang rusak bisa menambalnya dengan screed.

Oleh karena itu, penggunaan waterpass sangat jadi saran.

3. Tentukan Tata Letak dan Garis Acuan

Tentukan lebih dulu titik pusat ruangan untuk pola simetris. Garis acuan bisa menariknya menggunakan benang atau laser. Kemudian uji coba menyusun keramik tanpa pakai perekat.

4. Campur Adukan Perekat dengan Tepat

Adukan perekat perlu mencampurnya sesuai takaran pada kemasan. Selanjutnya air perlu menambahkan sedikit demi sedikit saat mengaduk. Periksa konsistensinya sebelum pengaplikasiannya.

5. Aplikasikan Perekat dan Pasang Keramik

Oleskan perekat tipis merata pada lantai sesuai garis acuan. Selanjutnya gunakan notched trowel untuk membuat rongga pada perekat. Letakkan keramik dan tekan ringan hingga rata.

Pemasangan spacer perlu agar jarak antar keramik konsisten.

6. Potong Keramik untuk Area Tepi

Ukur area yang butuh potongan dengan cermat. Selanjutnya gunakan tile cutter untuk potongan lurus dan rapi. Potongan rumit bisa membuatnya dengan wet saw jika perlu.

Lalu sisi keramik yang terpotong perlu membersihkannya sebelum terpasang.

7. Isi Nat Setelah Perekat Mengering

Tunggu perekat mengeras sesuai waktu pada kemasan. Campuran nat membuatnya dengan konsistensi seperti pasta. Nat sendiri perlu pengaplikasian dengan kape ke sela-sela keramik.

8. Finishing dan Perawatan Awal

Permukaan keramik perlu membersihkannya dari sisa bahan. Selanjutnya gunakan pembersih ringan untuk noda minyak. Hindari lalu lintas berat selama beberapa hari.

Perawatan awal menentukan daya tahan keramik.

Beberapa Pertimbangan Penting Kalau Pasang Keramik Lantai Sendiri

Beberapa Pertimbangan Penting Kalau Pasang Keramik Lantai Sendiri

Anda perlu memahami berbagai faktor sebelum mulai pasang keramik lantai sendiri di rumah. Mungkin banyak yang merasa pekerjaan ini sederhana.

Namun prosesnya membutuhkan persiapan yang tepat agar hasilnya rapi dan tahan lama. Berikut ini beberapa pertimbangan penting kalau mau memasang keramik lantai sendiri yaitu:

1. Kualitas Keramik yang Menjadi Pilihan

Harus memeriksa kekuatan keramik sebelum membeli. Anda bisa memilih keramik dengan tingkat ketahanan sesuai kebutuhan ruangan. Perlu membedakan keramik untuk area basah dan area kering.

2. Kondisi Permukaan Lantai yang Akan Terpasang

Perlu memastikan permukaan lantai benar-benar rata. Anda harus memeriksa adanya retak atau cekungan. Kalau ada, bisa memperbaiki bagian yang tidak rata dengan adukan perata.

3. Perhitungan Jumlah Keramik

Anda perlu mengukur luas ruangan dengan teliti. Perlu menambahkan cadangan sekitar 10 persen. Selain itu juga harus memperhitungkan keramik yang akan memotongnya.

4. Penentuan Pola Pemasangan

Perlu menentukan pola sejak awal, maka bisa memilih pola lurus untuk tampilan sederhana. Anda bisa memakai pola diagonal agar ruangan terlihat lebih luas. Pastikan polanya sesuai bentuk ruangan.

5. Pemilihan Bahan Perekat

Perlu memilih perekat yang sesuai jenis keramik. Anda bisa menggunakan semen instan agar proses lebih praktis. Namun harus mengikuti takaran air sesuai petunjuk.

6. Kesiapan Alat Kerja

Harus menyiapkan alat sebelum mulai bekerja. Hal ini karena bisa mempercepat pekerjaan jika semua alat tersedia. Selain itu juga bisa meminimalkan kesalahan pemasangan.

7. Pengaturan Waktu dan Proses Pengeringan

Penting untuk memperhitungkan waktu pemasangan. Anda harus memberi jeda agar perekat mengering dengan baik. Juga perlu menunggu nat mengeras sebelum lantai menggunakannya seperti biasa.

Pentingnya Tukang Bangunan dalam Pasang Keramik Lantai Sendiri

Pentingnya Tukang Bangunan dalam Pasang Keramik Lantai Sendiri

Sebagian besar orang mungkin melihat prosesnya terlihat mudah. Akan tetapi sebenarnya pekerjaan ini membutuhkan perhitungan, persiapan, dan teknik yang tepat.

Memang bisa menghemat biaya dengan melakukan sendiri, tapi bisa jadi soal kualitas kurang memadai. Oleh karena itu berikut ini beberapa alasan pentingnya tukang bangunan dalam memasang keramik yaitu:

1. Memiliki Pengalaman Teknis

Memang bisa belajar teknik dasar, namun tukang memiliki pengalaman bertahun-tahun. Mereka memahami cara memotong keramik dengan rapi dan menyusun keramik agar tampilan lebih seimbang.

2. Memahami Kondisi Lantai

Mungkin hanya melihat lantai tampak rata, namun tukang bisa melihat masalah tersembunyi seperti cekungan halus. Mereka bisa memperbaikinya sebelum pemasangan.

3. Mampu Menjaga Akurasi Pemasangan

Memang bisa melihat garis acuan tersendiri, namun tukang sudah terbiasa menjaga garis tetap lurus. Mereka bisa menjaga jarak antar keramik tetap konsisten.

4. Menguasai Penggunaan Alat Kerja

Anda mungkin belum terbiasa memakai tile cutter atau waterpass. Namun tukang sudah sangat terlatih. Mereka bisa memotong keramik dengan cepat.

5. Memahami Karakter Bahan

Anda mungkin memilih bahan yang tersedia. Namun tukang tahu bahan mana yang sesuai jenis keramik. Mereka juga bisa memilih perekat yang tepat.

6. Mencegah Kesalahan Berulang

Anda mungkin saja melakukan kesalahan kecil yang memengaruhi hasilnya. Akan tetapi tukang bisa memahami bagaimana menghindarinya.

7. Mempercepat Waktu Pengerjaan

Anda mungkin bekerja lebih lambat karena masih belajar. Akan tetapi tukang bisa menyelesaikan ruangan lebih cepat. Mereka bisa bekerja teratur tanpa berhenti.

8. Memberi Hasil yang Tahan Lama

Sekilas mungkin pengerjaan sendiri bisa membuat lantai terlihat rapi. Namun tukang memastikan daya tahan jangka panjang. Mereka memastikan setiap keramik terpasang kuat.

Penutup

Sekarang tentunya sudah memahami cara memasang keramik di rumah. Lalu bisa memilih apakah memasang sendiri atau memakai tukang.

Selain itu juga bisa menentukan langkah terbaik sesuai kondisi lantai. Sekarang ini tersedia informasi menarik mengenai jasa tukang bangunan yang profesional dan berkualitas tinggi.

Untuk selengkapnya bisa tanya-tanya atau konsultasi melalui Whatsapp berikut ini.